Showing posts with label Empang. Show all posts
Showing posts with label Empang. Show all posts

Wednesday, March 17, 2010

Empang Pinggir Laut


Kamal Muara, hari selasa, 16 Maret 2010, jam 8 pagi. Hari ini saya berencana untuk pergi ke daerah hutan bakau kira-kira 3 kilometer dari tempat saya berada untuk memotret dan melihat lebih dekat suaka margasatwa tersebut untuk dibagikan dengan anda semua pembaca blog ini. Kami berencana melakukan ekspedisi kecil di sekitar hutan bakau.
Saya sendiri, istri saya dan beberapa keponakan istri saya berangkat ke hutan bakau setelah menikmati sarapan nasi goreng sedap yang dibuat oleh ibu mertua saya.

Saat kami beranjak meninggalkan rumah, pasar ikan yang ada di dekat rumah masih dipenuhi pembeli. Hari ini hari libur nasional dan banyak orang datang ke Kamal Muara untuk membeli ikan atau memancing dengan menyewa perahu nelayan.
Kami lalu menuju ke jembatan yang harus kami lewati untuk sampai ke hutan bakau. Di dekat jembatan kami melihat perahu-perahu nelayan yang bersandar di pelabuhan kecil di belakang pasar ikan. Para nelayan biasanya datang ke pasar ikan kira-kira pada jam 2 pagi dan menjual ikan hasil tangkapannya ke para pedagang di pasar. Di sisi sebelah lain dari jembatan terlihat sungai kecil dan stadion Kamal Muara, sebuah stadion multifungsi yang pernah menjadi kandang kesebelasan Persitara tetapi telah lama diabaikan.
Jembatan menuju hutan bakau adalah sebuah jembatan batu seukuran 1 mobil saja. Jadi jika 2 mobil ingin menyeberang pada saat bersamaan, satu mobil harus menunggu terlebih dahulu sebelum dapat menyeberang. Jembatan yang harus dilalui cukup curam sehingga saya harus menarik gas lebih untuk melaluinya. Tetapi usaha itu tidak sia-sia karena pemandangan di atas jembatan ke arah laut sangat indah.

Pemandangan pelabuhan nelayan dan laut dari atas jembatan


Setelah menyeberangi jembatan, anda akan melihat banyak sekali kolam ikan yang biasa disebut empang. Empang-empang ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan pasokan ikan dan juga sebagai sarana bagi para pemancing yang tidak senang memancing di laut. Setelah melewati jembatan kita akan menemui pertigaan dan ambil arah ke kanan, arah ke hutan bakau. Jalan tananh yang kami lewati agak licin karena hujan yang turun sehari sebelumnya. Lalu kami melanjutkan perjalanan terus sampai akhirnya kami menemui masalah pada jalanan di depan kami. Satu-satunya jalan menuju hutan bakau...BANJIR!!!

Kami tidak dapat melanjutkan perjalanan kami karena tidak ada jalan lain. Saat itu juga lautan sedang surut sehingga hutan bakau tidak mungkin dicapai dengan menggunakan perahu. Akhirnya saya memutuskan untuk mempelajari lebih jauh tentang empang yang saat itu ada di sekeliling saya

Daerah empang di Kamal Muara adalah daerah seluas kira-kira 15 hektar yang dimiliki oleh beberapa orang, beberapa diantaranya memiliki beberapa empang. Ikan yang dibudidayakan di empang bermacam-macam dengan ikan bandeng dan mujair menjadi ikan yang paling banyak dibudidayakan. Satu kolam empang dapat berisi sampai 3.000 ikan lebih dalam berbagai ukuran. Kebanyakan empang ini dibuka untuk umum dan banyak dikunjungi para pemancing harian. Para pemaning dapat dikenai biaya dalam 2 cara, biaya harian, atau biaya berdasarkan berat ikan yang ditangkap. Contohnya dapat dilihat pada papan petunjuk dalam foto di bawah ini.

Kebanyakan empang sudah memiliki pelanggannya sendiri-sendiri dan juga memiliki pasar tersendiri untuk memasok ikan. Jika anda ingin memancing di Kamal Muara, sebaiknya anda datang di pagi hari pada jam 6 atau 7 pagi lalu mulai memancing agar cuaca masih segar dan pemancing juga belum terlalu ramai. Saya merekomendasikan memancing di empang bagi anda yang senang memancing tetapi gampang mabuk laut. Memancing adalah aktivitas yang menyenangkan dan dapat mengurangi stress anda. Biaya yang dikeluarkan juga relatif murah. Untuk biaya harian, andadikenai biaya antara Rp 50.000 - Rp 100.000 dan untuk biaya per berat ikan anda akan dikenai antara Rp 15.000 - Rp 25.000 per kilogram ikan yang anda tangkap.

Di kawasan empang Kamal Muara, anda juga dapat menemukan instasali riset perikanan teluk. Jika anda tertarik dalam melakukan penelitian, anda dapat mengunjunginya dan mendapatkan informasi, khususnya mengenai perikanan teluk di daerah Kamal Muara. Instalasi riset ini mempelajari perikanan di laut di wilayah Teluk Jakarta dan juga perikanan di empang yang ada di daerah sekitarnya. Instalasi ini dibiayai oleh Departemen Kelautan dan Perikanan.

Jika anda sedang mempertimbangkan untuk memiliki hobi baru, cobalah memancing. Jika anda gampang mabuk laut maka memancinglah di empang yang ada di daerah Kamal Muara. Anda tetap dapat merasakan suasana laut tanpa harus mabuk laut. Daerah Kamal Muara sangat mudah dijangkau dan terletak dekat bandara. Anda tinggal mengambil jalan tol ke arah bandara Soekarno-Hatta dan keluar di pintu keluar Kamal. Dari sana anda tinggal mengambil jalan ke arah Dadap dan mengambil jalan ke arah Kamal Muara saat anda menemui pertigaan. Saat ada melihat stadion Kamal Muara dan banyak empang di sekitar anda, anda sudah sampai

Oh iya, di dekat empang ada pasar ikan. Jadi jika setelah memancing seharian anda belum mendapatkan hasil, anda tinggal membeli ikan di pasar dan membawanya pulang sehingga anda akan selalu membawa sesuatu pulang :)

Istri saya berbaju putih di tengah bersama keponakannya

Waktu sudah menunjukkan pukul 11 siang dan kami memiliki banyak kegiatan lain yang harus dilakukan. Jadi kami memutuskan untuk pulang. Kami akan mencoba mengunjungi hutan bakau di lain waktu, tentunya saat jalanannya tidak banjir dan saya akan menunjukkan kepada anda keanekaragaman hayati yang menakjubkan di sana. Untuk saat ini, saya hanya menunjukkan daerah empang kepada anda, bagaimana daerah ini menyokong pasokan ikan untuk konsumsi dan bagaimana anda bisa menjalani hobi baru anda sebagai pemancing di daerah pesisir, bahkan saat anda gampang mabuk laut.

Jadi, sampai jumpa lagi di perjalanan selanjutnya dan saya tunggu anda di daerah pesisir Jakarta.

Nikmati perjalanan anda!!!

Fauzan Erich Emmerling
follow me on twitter @femmerling

Seaside Fishpond


It was Tuesday, March 16, 2010, 8:00 AM in Kamal Muara area of the Jakarta Coastline. I planned to go to the mangrove forest area about 3 kilometers away to take pictures and take a closer look of the wildlife reservation to share with the readers of this blog. We plan to have a small expedition around the forest.
I, myself, my wife and some of our niece and nephews headed for the mangrove forest after having a nice fried rice breakfast made by my mother-in-law.
When we stepped out of the house, the fish market is still crowded by people. It's a national holiday so a lot of people came to the area to buy some fish or even to have a fishing trip with the local fisherman.
We headed to the bridge going to the the mangrove forest and we can see the fishermen's boats at the port behind the fish market. The fishermen usually came to the fish market at around 2AM and sell their fishes to the seller in the market. On the other side of the bridge, we can see the small river and the Kamal Muara stadium, a multifunction stadium that has been abandoned for a long time.
The bridge heading to the mangrove forest is a stone bridge at the size of a single car. So, if two cars wants to pass at the same time, one should wait first. The bridge is quite steep and I have to put more gas in to pass the bridge. But then it's worth it. The view on top of the bridge was beautiful.

The port and sea view from the top of the bridge

When you have crossed the bridge, you will see a lot of fishpond, locally known as "empang". These fishpond were made to fulfill the fish supply and also for people whose hobby is fishing but doesn't like to go fishing to the sea. From there we met the t-junction and followed the road to the right, heading for the mangrove forest. The dirt road is a bit slippery thanks to the rain the day before. So, we rode and rode and rode until we saw a problem at the road ahead...the road was FLOODED!!!

We could not continue our journey as there were no other ways heading to the mangrove forest. It was also at low-tide so the forest was not reachable by boats. And so I decided to learn more about the fishpond around.

The fishpond area is about 15 square hectares wide with several owners owning different ponds. The fish breed in the pond varies among different types with the "bandeng" and "mujair" fish being the majority in the ponds. One fishpond can contain up to 3,000 fishes on varied sizes. Most of these ponds are open for land fishers. The fishers can be charged in two different ways, daily charge and charge based on the weight of the fish caught during the day. You can see an example at the signboard displayed on the picture below.

Most of the fishponds already have their own customers and also supplies fish to certain markets. If you want to come and fish here, you better come early in the morning at around 6 or 7 AM and then starts fishing. I recommend fishing at the fishpond for you who are eager to fish but are prone to sea sick. The activity is fun and can relieve your stress. The cost that you have to spend is also relatively cheap. For a standard daily fishing session you'll only be charged around IRD 50,000 - IDR 100,000 and usually around IDR 15,000 - IDR 25,000 per kilograms of fish you caught during the day.


In the fishpond area, you can also find a research instalation for gulf fisheries. If you're interested in researching, you can come there and get some information, especially about those in the Kamal Muara area. The research installation studies both the fishes in the sea and in the fishponds around the gulf area. It is funded by the Department of Maritime Affairs and Fisheries (Departemen Kelautan dan Perikanan).

If you're considering to have a new hobby, consider fishing. If you're prond to seasick then fish in the fishpond around the area. The area is easy to get to. It's near the airport. Just take the toll road heading to the Soekarno-Hatta airport and take the Kamal exit. From there head to Dadap and then head to the Kamal Muara area. When you see the Kamal Muara Stadium and fishponds nearby, you're there.

By the way, remember that the fish market is nearby. So if you end up empty handed at the end of the day, just visit the fish market and buy your fish there so you wont go home empty handed :)

My wife wearing white shirt in the middle with my nieces and nephews

It's already 11:00 AM and we have other activities to do. So, we decided to head home. We'll try visiting the mangrove forest at other time, when it's not flooded and I'll show you the fascinating biodiversity there. For now, I'm showing you the fishpond area, how it adds up to the supply of the fishes we consume daily and how you can have a nice hobby at the coast area even when you're prone to seasick.

So, for now I bid you farewell from the fishpond area and looking forward to more journeys around the area.

Enjoy your trip and see you at the coast!!


Fauzan Erich Emmerling
follow me on twitter @femmerling